fisika

Notasi ilmiah

 

Pengukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat kecil, seperti massa elektron, sampai dengan ukuran yang sangat besar, seperti massa bumi. Penulisan hasil pengukuran benda sangat besar, misalnya massa bumi kira-kira 6.000.000.000 000.000.000.000.000 kg atau hasil pengukuran partikel sangat kecil, misalnya massa sebuah elektron kira-kira 0,000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.911 kg memerlukan tempat yang lebar dan sering salah dalam penulisannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, kita dapat menggunakan notasi ilmiah.

Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai : a, …..  x 10n

Di mana :

a adalah bilangan asli mulai dari 1 – 9

n disebut eksponen dan merupakan bilangan bulat

10n menunjukkan orde

Aturan penulisan hasil pengukuran menggunakan notasi ilmiah

a)        Untuk bilangan yang lebih dari 10, pindahkan koma desimal ke kiri. Eksponennya bertanda positif

b)        Untuk bilangan yang kurang dari 1, pindahkan koma desimal ke kanan. Eksponennya bertanda negatif.

Entri ini ditulis di Besaran dan satuan pada Kamis, 22 November 12.

Rumus Energi Kinetik

 

Rumus Energi Kinetik

EK = ½ m v2

Keterangan : EK = Energi kinetik, m = massa (kg), v = kelajuan (m/s)

Satuan Energi Kinetik

Satuan Energi Kinetik = (Satuan massa)(satuan kelajuan)2 = kg m2/s2 = Joule

Dimensi Energi Kinetik

Dimensi energi kinetik = (dimensi massa)(dimensi kelajuan)2

Kelajuan = jarak / waktu = [L]/[T]

Dimensi energi kinetik = [M][L]2[T]2

Contoh soal :

Sebuah mobil bermassa 500 kg bergerak dengan kelajuan 10 m/s. Berapa energi kinetik mobil tersebut ?

Pembahasan :

Diketahui : m = 500 kg, v = 10 m/s.

Ditanya : energi kinetik

EK = ½ m v2 = ½ (500 kg)(10 m/s)2 = (250 kg)(100 m2/s2) = 25000 kg m2/s2 = 25000 Joule

Entri ini ditulis di Rumus Fisika dan ber-tag Contoh soal energi kinetik, Dimensi energi kinetik, Dimensi kelajuan, Rumus energi, Satuan energi kinetik pada Rabu, 21 November 12.

Rumus daya

 

Rumus Daya 

P = W/t

Keterangan : P = daya (Watt), W = usaha (Joule), t = waktu (sekon)

Dimensi Daya

 

Satuan Daya

 

 

 

Entri ini ditulis di Rumus Fisika, Satuan Besaran Fisika dan ber-tag Dimensi daya, Rumus daya, Rumus daya fisika, Satuan daya pada Selasa, 20 November 12.

Dimensi fisika

 

Dimensi Besaran Fisika

Dimensi besaran diwakili dengan simbol, misalnya M, L, T yang mewakili massa (mass), panjang (length) dan waktu (time). Ada dua macam dimensi yaitu Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder. Dimensi Primer meliputi M (untuk satuan massa), L (untuk satuan panjang) dan T (untuk satuan waktu). Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua Besaran Turunan yang dinyatakan dalam Dimensi Primer. Contoh : Dimensi Gaya : M L T-2 atau dimensi Percepatan : L T-2.

Catatan :

Semua besaran fisis dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok (Dimensi Primer) yaitu panjang, massa dan waktu. Sebagaimana terdapat Satuan Besaran Turunan yang diturunkan dari Satuan Besaran Pokok, demikian juga terdapat Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder yang diturunkan dari Dimensi Primer. Lanjutkan membaca →

Entri ini ditulis di Besaran dan satuan dan ber-tag Analisis dimensi, Dimensi besaran fisika, Rumus dimensi fisika pada Kamis, 15 Januari 09.

Konversi satuan

 

Besaran apapun yang kita ukur, seperti panjang, massa atau kecepatan, terdiri dari angka dan satuan. Sering kita diberikan besaran dalam satuan tertentu dan kita kita ingin menyatakannya dalam satuan lain. Misalnya kita mengetahui jarak dua kota dalam satuan kilometer dan kita ingin mengetahui berapa jaraknya dalam satuan meter. Demikian pula dengan massa benda. Misalnya kita mengukur berat badan kita dalam satuan kg dan kita ingin mengetahui berat badan kita dalam satuan ons atau pon. Untuk itu kita harus mengkonversi satuan tersebut. Konversi berarti mengubah. Untuk mengkonversi satuan, terlebih dahulu harus diketahui beberapa hal yang penting, antara lain awalan-awalan metrik yang digunakan dalam satuan dan faktor konversi.

Awalan-awalan satuan yang sering digunakan dapat anda lihat pada tabel berikut ini.

Awalan Simbol Nilai
Exa E 1018
Peta P 1015
Tera T 1012
Giga G 109
Mega M 106
Kilo k 103
Hecto h 102
Deka da 101 atau 10
Deci d 10-1
Centi c 10-2
Milli m 10-3
Mikro 10-6
Nano n 10-9
Piko p 10-12
Femco f 10-15
Atto a 10-18

 

Satuan Internasional

Untuk mencapai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan pengamatan yang disertai dengan pengukuran. Pengamatan suatu gejala secara umum tidak lengkap apabila tidak disertai data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran. Lord Kelvin, seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang sedang kita bicarakan itu.

Apa yang Anda lakukan sewaktu melakukan pengukuran? Misalnya anda mengukur panjang meja belajar dengan menggunakan jengkal, dan mendapatkan bahwa panjang meja adalah 6 jengkal. Jadi, mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan sesuatu lain yang sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Dalam pengukuran di atas Anda telah mengambil jengkal sebagai satuan panjang.

Sebelum adanya standar internasional, hampir tiap negara menetapkan sistem satuannya sendiri. Penggunaan bermacam-macam satuan untuk suatu besaran ini menimbulkan kesukaran. Kesukaran pertama adalah diperlukannya bermacam-macam alat ukur yang sesuai dengan satuan yang digunakan. Kesukaran kedua adalah kerumitan konversi dari satu satuan ke satuan lainnya, misalnya dari jengkal ke kaki. Ini disebabkan tidak adanya keteraturan yang mengatur konversi satuan-satuan tersebut. Lanjutkan membaca →

Entri ini ditulis di Besaran dan satuan dan ber-tag Satuan massa, Satuan panjang, Satuan pengukuran, Satuan ukuran, Satuan ukuran panjang, Satuan waktu, Sistem satuan pada Sabtu, 10 Januari 09.

Besaran turunan

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah Berat, Luas, Volume, Kecepatan, Percepatan, Massa Jenis, Berat jenis, Gaya, Usaha, Daya, Tekanan, Energi Kinetik, Energi Potensial, Momentum, Impuls, Momen inersia, dll. Dalam fisika, selain tujuh besaran pokok yang disebutkan di atas, lainnya merupakan besaran turunan. Besaran Turunan selengkapnya akan dipelajari pada masing-masing pokok bahasan dalam pelajaran fisika.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s